Sakratul Maut yang Ditemani Setan


Ketika seorang hamba mati, maka dua setan duduk disisinya. Satu di sebelah kanannya dan yang lainnya di sebelah kirinya. Yang disebelah kanan menyerupai ayahnya, mengatakan kepadanya, “Wahai anakku, sesungguhnya aku belas kasihan kepadamu dan mencintaimu, tetapi matilah di atas agama Nasrani sebab itulah sebaik-baik agama”. Sementara di sebelah kirinya menyerupai ibunya mengatakan kepadanya, “Wahai anakku, sesungguhnya perutku adalah tempatmu, payudaraku adalah minumanmu, dan pahaku adalah pembaringanmu. Tetapi matilah di atas agama Yahudi karena ia sebaik-baik agama”.
Artinya
Ketika nafas sudah berada di tenggorokan dan akan keluar, maka berbagai fitnah (ujian) menghadangnya. Hal itu mengingat karena iblis telah mengutus para anak buahnya secara khusus kepada orang ini, mempekerjakan dan mendelegasikan kepada mereka untuk memperdayainya. Keudian mereka datang kepada orang yang sedang dalam kondisi demikian, lalu menampakkan diri mereka kepadanyadalam rupa orang-orang yang dicintainya dan di hormatinya.


v Jika kamu dihadapkan pada dua pekerjaan sementara kamu tidak mengetahui pekerjaan yang mana yang lebih baik maka kerjakanlah pekerjaan yang tidak engkau sukai sebab pekerjaan yang engkau senangi itu merupakan pekerjaan yang diinginkan oleh nafsumu
v Setiap ada indikasi santai ( menganggur ), bermegah-megah, ingin tampil beda hingga orang lain mengakui bahwa engkau meiliki penampilan yang lebih dan ada dorongan untuk berusaha keras serta mengutaakan kesenangan duniawi sesaat yang kadangkala engkau tidak mempedulikan kepentingan orang lain, maka hal itu merupakan bisikan setan melalui nafsumu
v Ketika engkau menyenangi kesibukan dunia sesaat, menyenangi ibadah karena imbalan pahala semata, ketika engkau cenderunguntuk menuruti kemanjaan jasadmu, enggan untuk melakukan rangkaian kewajiban mengabdi kepada Tuhan lebih senang tidur daripada berwudhu dan shalat pada waktu malam dan subuh, maka hal itu menunjukkan bahwa engkau sedang dibantai oleh setan melalui nafsumu
v Ketika fitrah akal engkau menerima bisikan malaikat dan engkau tersadar untuk beribadah di tengah kesibukan, kegebiraan, kesenangan, kesedihanmu atau terjaga di tidur nyenyak dan lelapnya tidur, maka setan dan nafsumu akan menyerangmu dengan dalih untung dan rugi, senang dan susah, enak dan tidak enak bagi jasad kita, mengajak untuk bermalas-malasan dan sejenisnya.

Keadaan Seorang Mukmin dalam Kuburnya


“Ketika hamba yang shalih diletakkan dalam kuburnya, maka amalan-amalan shalihnya mengitarinya. Ketika malaikat adzab datang dari arah kedua kakinya maka shalat berkata, ‘Jangan kalian mendekatinya’. Ketika mereka datang dari arah kepalanya maka puasa berkata, ‘Tidak ada jalan bagi kalian untuk mendekatinya. Sebab dia lama kehausan karena Allah di negeri dunia’. Kemudian mereka datang dari arah badannya maka haji dan jihad berkata, ‘Jangan kalian mendekatinya sebab dia telah mengorbankan dirinya dan memenatkan badannya serta berhaji dan berjihad karena Allah. Tidak ada jalan bagi kalian untuk mendekatinya’. Kemudian mereka datang dari arah kedua tangannya maka sedekah berkata, ‘Jangan sentuh sahabatku ini. Sebab berapa banyak sedekah yang dikeluarkan lewat kedua tangan ini, hingga jatuh ke tangan Allah karena mencari keridhaan Allah. Jadi tidak ada jalan bagi kalian untuk mendekatinya’. Kemudian dikatakan kepadanya, ‘Tidurlah dengan menyenangkan karena kamu baik semasa hidupmu dan baik setelah kematianmu’.”
Bagi siapa yang ikhlas dengan amalnya, berbuat benar kepada Allah dalam ucapan dan perbuatannya, serta memperbagus niatnya karena Allah, baik di waktu sepi maupun ramai. Orang seperti inilah yang amal-amalnya akan menjadi hujjah untuknya dan membelanya.

nasehat kehidupan

Contoh Kecacatan Dunia

· Makanan yang kamu senangi dan gemari tidak selamanya bersahabat dan memanjakanmu. Ketika tubuhmu tidak mampu menyerapnya, makanan tersebut justru akan menyiksamu.
· Suami atau istri yang termasuk puncak cita-cita manusia dengan segala keindahannya, bisa saja keindahan itu akan segera luntur setelah kamu menjalaninya beberapa waktu, dan akan berubah menjadi bagian dari hal-hal menjengkelkan dan menyakitkan
· Anak yang kamu cintai dan dambakan pada masa tuamu dimana kamu akan dapat bergantung kepadanya ternyata omong kosong. Dia akan dikuasai oleh orang lain, anak dan nafsunya. Kamu akan ditinggalkan ketika kamu mengeluh sakit dan meminta sesuatu, karena dia juga terpesona kepada dunia seperti yang pernah engkau alami.
· Kekayaan yang kamu tumpuk dan akan dinikmati pada hari tua, ternyata ga bisa dinikmati karena penyakit dan harus berbaring di rumah sakit

Shalat Subuh


Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ.
Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.(QS.3:102)
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain , dan (peliharalah) hubungan silatur-rahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.(QS.4:1)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar,(QS.33:70)
يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa menta'ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.(QS.33:71)
Sesungguhnya perkataan yang paling benar adalah kitab Allah, sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad, sejelek-jelek perkara adalah apa yang diada-adakan, setiap yang diada-adakan adalah bid’ah, setiap bid’ah adalah kesesatan, setiap kesesatan balasannya api neraka.
Sungguh, menjaga shalat subuh dengan berjama’ah adalah sesuatu yang sulit dan berat bagi jiwa seseorang, kecuali mereka yang hatinya telah tersinari pancaran keimanan dan bersiap diri bertemu dengan Tuhannya. Maka, hal itu tidak akan terasa sulit dan berat baginya, bahkan menjadikan kebahagiaan hati dan penyejuk mata.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
وَاسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلاَّ عَلَى الْخَاشِعِينَ
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu',(QS.2:45)
الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُم مُّلاَقُوا رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
(yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Rabb-nya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.(QS.2:46)
Waktu fajar adalah saat para malaikat turun dengan membawa rahmat, berkah, dan ketenangan. Saat dimana Allah memanggil para manusia bermunajat dan berdiri dihadapan-Nya. Apakah di dunia ini ada sesuatu yang lebih agung dari waktu fajar atau sepadan dengannya? Seandainya pembagian anugerah besar bagi orang yang menunaikan shalat subuh pada waktunya diumumkan, apakah akan ada orang yang terlambat atau tertidur?!
Orang-orang yang meninggalkan shalat dan menyepelekannya, padahal mereka mengaku muslim, adakah sesuatu yang menyedihkan. Umat islam yang tidak melakukan shalat subuh berjama’ah, kalau dikalkulasi mencapai 80% sampai 90% adalah sesuatu yang sangat mengagetkan dan disayangkan.
Sebenarnya apa yang membuat mereka malas untuk melakukan shalat subuh yang paling banyak pahala dan keutamaannya? Apa yang menyibukkan mereka, hingga lalai dari shalat subuh? Tak lain dan tak bukan adalah, begadang malam yang tidak ada kebaikan di dalamnya dan tiada manfaat dibelakangnya. Mereka melalui waktunya dengan menonton film, mendengarkan lagu, menyaksikan teater, sinetron, dan wanita – wanita yang menjajakan goyangannya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
يَا حَسْرَةً عَلَى الْعِبَادِ مَا يَأْتِيهِم مِّن رَّسُولٍ إِلاَّ كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُون
Alangkah besarnya penyesalan terhadap hamba-hamba itu, tiada datang seorang rasulpun kepada mereka melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya.(QS.36:30)
Para sejarawan mengatakan tentang sebab jatuhnya Negara Islam di Andalusia yang berada dalam pemerintahan islam selama 8 abad, “Jika anda melewati rumah-rumah andalus pada tengah malam, di 4 abad pertama, maka anda akan mendengar suara bacaan Al-Qur’an seperti suara lebah di dalam rumah-rumah. Kemudian setelah selesai abad kebaikan dan ketaatan, malam-malam mereka berubah menjadi pesta nyanyian, alat musik dan arak. Suara dentuman gelas arak, musik dan penyanyi menggantikan suara-suara lantunan Al-Qur’an.
أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ بَدَّلُواْ نِعْمَةَ اللّهِ كُفْرًا وَأَحَلُّواْ قَوْمَهُمْ دَارَ الْبَوَارِ
Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menukar ni'mat Allah dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya kelembah kebinasaan?,(QS.14:28)
Mereka telah terkena hukum Allah yang tidak akan pernah menyimpang. Maka hilanglah negeri mereka dan runtuhlah peradaban mereka.
وَمَا كَانَ رَبُّكَ لِيُهْلِكَ الْقُرَى بِظُلْمٍ وَأَهْلُهَا مُصْلِحُونَ
Dan Rabbmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, sedang penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan.(QS.11:117)
Kalau kita merenungi kondisi kita, maka kita akan menemukan bahwa diri kita mengikuti jejak mereka dan berjalan di belakangnya.

Keutamaan Shalat


Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ
Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,(QS.23:1)
الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ
(yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam shalatnya,(QS.23:2)
وَالَّذِينَ هُمْ عَلَى صَلَوَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ
dan orang-orang yang memelihara shalatnya.(QS.23:9)
أُوْلَئِكَ هُمُ الْوَارِثُونَ
Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi,(QS.23:10)
الَّذِينَ يَرِثُونَ الْفِرْدَوْسَ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
(ya'ni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.(QS.23:11)
Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu berkata,
“Aku bertanya kepada Rasulullah, ‘Apakah amal yang paling utama?’ Rasul menjawab, “Shalat pada waktunya”
Dalam riwayat Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban disebutkan, Rasulullah menjawab, “Shalat pada awal waktunya”
Diriwayatkan dari Abu Qatadah bin Rab’I,
Rasulullah Saw bersabda, “Allah berfirman, ‘Sesungguhnya aku telah mewajibkan atas umatmu lima shalat. Aku berjanji bahwa siapa yang menjaga shalat pada waktunya, maka Aku akan memasukkannya ke Surga. Dan siapa yang tidak menjaganya, maka aku tidak menjanjikan kepadanya”
Membersihkan Dosa
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
وَأَقِمِ الصَّلاَةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِّنَ اللَّيْلِ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّـيِّئَاتِ ذَلِكَ ذِكْرَى لِلذَّاكِرِينَ
Dan dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.(QS.11:114)
Dalam menafsirkan ayat ini Imam Bukhari meriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud ra. Bahwa ada seorang lelaki telah mencium seorang wanita. Kemudian mendatangi Rasulullah dan menceritakan apa yang telah dilakukannya. Maka turunlah ayat ini.
Diriwayatkan bahwa Abu Hurairah ra, berkata “Aku mendengar Rasulullah Saw bersabda, ‘Apa pendapatmu jika ada sungai di dekat rumah salah satu dari kalian, lalu dia mandi di dalamnya 5 kali sehari, apakah akan tersisa kotoran dari badannya?’ Mereka menjawab, ‘Tidak ada tersisa kotorannya’. Kemudian Rasulullah berkata, ‘Demikianlah perumpamaan shalat 5 waktu, dengannya Allah menghapus dosa-dosa’.”
Shalat pencegah perbuatan dosa
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاء وَالْمُنكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ
Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (Al-Qur'an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.(QS.29:45)
Syaikhul islam, Ibnu Taimiyah berkata, “Sesungguhnya dalam shalat terdapat pencegahan terhadap apa yang dibenci, yaitu perbuatan mungkar dan keji. Di dalam shalat terdapat pencapaian apa yang dicintai, yaitu dzikir kepada Allah. Memperoleh apa yang dicintai lebih besar daripada mencegah apa yang dibenci. Dzikir kepada Allah adalah ibadah hati. Ibadah hati karena Allah dimaksudkan kepada Dzat Allah. Adapun tercegahnya kejahatan dimaksudkan karena selain dzat Allah dan ia hanya mengikuti”.
Yang Dihisab Pertama di Akhirat
Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. Bahwa ada seorang mendatangi Nabi dan berkata, “Sesungguhnya si Fulan pada malamnya melakukan shalat, tetapi pada pagi harinya dia mencuri” Maka Nabi menjawab, “Sesungguhnya shalat akan mencegahnya dari apa yang kamu katakan”.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu bahwa Nabi bersabda,
“Sesungguhnya awal sesuatu yang diperhitungka dari amal seorang hamba di hari kiamat adalah shalatnya. Jika shalatnya baik maka dia beruntung dan akan selamat. Jika shalatnya rusak maka dia merugi. Jika kewajiban fardhunya ada sesuatu yang kurang maka Allah berfirman, “Lihatlah apakah hamba-Ku ini memiliki amalan sunnah”. Maka Amalan sunnah itu menyempurnakan kekurangan amal fardhu. Kemudian semua amalnya menjadi seperti itu”
“Sesungguhnya amal-amal hamba yang paling pertama kali diperhitungkan pada hari kiamat adalah shalat” Rasulullah Saw bersabda :”Tuhan kami yang Maha Besar dan Maha Mulia berfirman kepada para malaikat-Nya – padahal Dia lebih mengetahui - : “Lihatlah shalat hamba-Ku, ia menyempurnakan atau mengurangi. Jika shalat itu sempurna maka dicatatlah kesempurnaan baginya. Jika ia kurang dalam shalat itu barang sedikit, maka Allah berfirman :”Lihatlah apakah hamba-Ku mempunyai shalat sunnat? “Jika ia mempunyai shalat sunnat maka Allah berfirman: “Sempurnakanlah bagi hamba-Ku akan fardhunya dari sunnatnya” Kemudian amal-amal itu diambil seperti itu ( Hadist Qudsi-Abu Dawud )



Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman,
فَإِن تَابُواْ وَأَقَامُواْ الصَّلاَةَ وَآتَوُاْ الزَّكَاةَ فَإِخْوَانُكُمْ فِي الدِّينِ وَنُفَصِّلُ الآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ
Jika mereka bertaubat, mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. Dan Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui.(QS.9:11)
كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ رَهِينَةٌ
Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya,(QS.74:38)
إِلَّا أَصْحَابَ الْيَمِينِ
kecuali golongan kanan,(QS.74:39)
فِي جَنَّاتٍ يَتَسَاءلُونَ
berada di dalam surga, mereka tanya menanya,(QS.74:40)
عَنِ الْمُجْرِمِينَ
tentang (keadaan) orang-orang yang berdosa,(QS.74:41)
مَا سَلَكَكُمْ فِي سَقَرَ
Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?(QS.74:42)
قَالُوا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّينَ
Mereka menjawab: "Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat,(QS.74:43)
Diriwayatkan bahwa Jabir ra berkata, “Aku mendengar Rasulullah Saw bersabda, ‘Yang membedakan antara seseorang dengan syirik dan kafir adalah meninggalkan shalat’. Artinya sesuatu yang mencegahnya dari kekafiran adalah dia tidak meninggalkan shalat. Jika dia meninggalkan shalat maka tiada penghalang antara dirinya dengan syirik.
Diriwayatkan dari Buraidah bahwa Rasulullah Saw bersabda,
“Perjanjian yang membedakan antara kita dan mereka adalah shalat. Maka barang siapa meninggalkan shalat, berarti dia telah kafir”
Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Syaqiq, seorang tabiin yang disepakati kebesarannya berkata, “Para sahabat Nabi tidak melihat sesuatu dari amal-amal yang ditinggalkan akan menyebabkan kekafiran selain shalat.